Mimpi Bertemu Rasul ?
Ini adalah tulisan saya di tahun 2016. Pernah tampil di salah satu
blog saya tapi kemudian blog itu saya hapus diganti dengan blog baru ini. Sengaja
saya angkat kembali kisah ini sebagai bahan refleksi pribadi. Kisah kami di malam
itu...
Shollallohu
‘alaa Muhammad...
“Mas Rosyid pernah kayak denger ato
lihat penampakan apa, gitu nggak, Mas, disini ?” Saya bertanya ini pada Mas
Rosyid, salah seorang takmir masjid kampus kami. Dia berasal dari Ngawi, Jawa
Timur. Sosok yang ramah dan begitu hangat dengan siapapun meski baru
dikenalnya.
“Pernah, Man. Di deket pohon jambu itu tuh, kayak ada suara
perempuan nangis, gitu...” Jari tangan Mas Rosyid menunjuk pohon jambu di depan
kamar Mas Faiq, takmir masjid teman seperjuangan Mas Rosyid.
Hati saya sudah mulai nggak enak. Tengah malam seperti ini, di kamar
Mas Faiq, kami berempat membicarakan hal-hal mistis.
“Terus ... terus gimana Mas ?” Mas Faiq penasaran. Mas Faiq tinggal
di sebuah kamar di belakang perpustakaan kampus. Selain sibuk mengurusi
kegiatan masjid, dia juga seorang atlet karate yang telah menorehkan banyak
prestasi.
“Pas aku tidur di bassement masjid, malam-malam itu, sekitar jam dua
belasan lebih lah, aku denger kran air wudhu membuka sendiri. Kayak ada orang
yang wudhu, gitu. Padahal udah malem banget” Mas Rosyid menjelaskan.
“Satpam yang sering tahajud itu paling...” Mas Faiq menyahut.
“Terus aku lihat Iq, ternyata nggak ada siapa-siapa. Sumpah aku
takut banget. Itu ggak terjadi sekali aja. Hampir dua atau tiga kali malem itu.
Aku langsung ambil selimut, nutupi badan. Sampai susah banget buat tidur,
saking takutnya, Man”
Cerita Mas Rosyid, bisa dibilang dapat dipercaya. Saya sendiri
pernah merasakan takut yang luar biasa sewaktu tidur di bassement masjid kala
baru beberapa hari tinggal di masjid kampus. Waktu itu malam jum’at. Serius. Hujan cukup kencang. Kejadian ini
sekitar bulan Desember 2014. Saya terbangun dari tidur, sekitar jam dua. Saya
niatkan untuk sholat malam. Saya lebih sering tidur tanpa mematikan lampu.
Malam itupun demikian. Tapi ketika bangun, lampu kamar Saya sudah mati. Saya
kanget sekali.
“Mungkin mati lampu” batin saya. Saya langsung keluar masjid,
melihat ke luar kampus, ternyata ada beberapa rumah warga sekitar kampus yang
lampu terasnya menyala. Hati saya semakin tidak karuan. Takut sekali. Apalagi waktu
itu hujan. Meski tidak deras. Saya lantas mencari sekering tempat menghidupkan lampu-lampu di
dinding sebelah selatan, luar masjid. Selangkah, dua langkah, saya terus
berjalan hati-hati.
Tiba tiba,,,,
“GUG GUG GUG..... “
“Anjing sialan. Malam-malam gini ngagetin aja. Nggak tahu apa, orang
lagi panik gini.” Saya semakin kesal.
Saya mencari saklar-saklar lampu, kemudian menghidupkan lampu kamar
saya. Sepertinya ini ulah satpam kampus yang mematikan lampu masjid demi
keamanan. Setelah hidup, dengan mengambil langkah panjang, saya langsung
bergegas kembali ke kamar. Sumpah saya takut banget.
“Meong,,,, Meong.... Meong....” suara kucing-kucing ini lebih
menakutkan daripada anjing --yang menggonggong tadi-- milik orang non muslim
yang tinggal di sebelah selatan masjid.
Baru saja sampai kamar, belum menarik selimut, Saya sudah ditakutkan
kembali oleh kucing-kucing ini. Kucing-kucing yang nggak tau dari mana
datangnya. Beberapa hari ini, sering ada kucing di kampus. Siang hari, mereka
tidak kelihatan. Tapi ketika malam tiba, mereka datang tak diundang pulang tak dijemput kayak jaelangkung.
Jujur, saya langsung “kringkelan”, ambil selimut, dan tidur waktu
itu.
Malam demi malam saya lalui kembali dengan kucing-kucing itu. Entah
apa yang membuat saya takut mendengar suara kucing daripada anjing di malam
hari. Padahal, menurut cerita teman-teman, kucing adalah binatang kesayangan
Nabi Muhammad SAW. Sedangkan anjing merupakan binatang yang dagingnya haram
dimakan muslimin.
***
Mas Rosyid cerita, suatu malam, dia pernah bermimpi indah. Mimpi
yang belum bisa ia lupakan. Mimpi yang membuatnya semakin giat beribadah.
Suatu malam, Mas Rosyid hendak tidur. Sebelumnya ia membaca beberapa
ayat suci al-qur’an. Seperti biasa, ia membasuh tubuhnya dengan air wudhu
sebelum tidur. Lantas ia melafalkan beberapa do’a hingga ia tertidur nyenyak.
Di sebuah tempat, Mas Rosyid bertemu dengan banyak orang. Sebagian
dari mereka menyebut nama Rasululloh. Mas Rosyid melihat seseorang pria yang
perawakannya bagus. Tubuhnya ideal. Sayang, karena terlalu gembira. Dia begitu
gembira waktu itu, dan memeluk pria tersebut.
“Rasululloh.... Rasululloh....” Mas Rosyid teriak.
Orang yang dipeluknya tersebut dikelilingi beberapa orang sahabat
yang mengenakan pakaian seperti orang Arab. Berulang kali Mas Rosyid memanggil pria yang dipeluknya itu.
Pelukannya begitu erat. Seolah ia tidak mau melepaskannya. Sesaat kemudia, orang yang dipeluknya menatap Mas Rosyid. Kini Mas
Rosyid bisa melihat langsung wajah orang yang dipeluknya.
“Bentuk mukanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata” kata Mas
Rosyid.
Setelah menatap, pria tersebut kemudian menyampaikan sepatah kata
kepada Mas Rosyid.
“Memangnya Saya Rasululloh ?”
pria tersebut berkata perlahan.
Mas Rosyid melepaskan pelukannya. Ia terbangun dari tidur dan mimpi
indahnya. Sungguh mimpi yang sangat indah. Saya yang mendengar cerita itu turut
bahagia dan ingin merasakan berjumpa langsung dengan Rasul sebelum meninggal
dunia.
Saya pernah mendengar ceramah beberapa ustadz, ketika kita bermimpi
bertemu Rasululloh, maka orang yang di dalam mimpi itu adalah benar rasululloh.
Selain itu, meskipun nabi-nabi lain, atau orang lain yang ada di mimpi kita,
bukan berarti dia adalah orang tersebut... tapi Rasululloh benar-benar ada di
mimpi kita. Shollallohu’ala Muhammad
Mas Rosyid kini sudah hafal lebih dari dua juz al-qur’an. Saya
sempat ingin mengikuti langkah dia. Saya pernah diajak untuk “simakan”
bersama. Dia begitu fasih dan lancar melafalkan ayat-ayat suci al-qur’an.
Kini, ia adalah seorang yang rajin ibadah. Santri di salah satu
pondok pesantren di Jogja, juga mahasiswa Akuntansi semester tujuh di kampus
kami.
Semoga mimpimu bertemu Rasululloh Muhammad SAW terwujud, Mas Rosyid....
Shollallohu’ala Muhammad
Komentar
Posting Komentar