Postingan

Gila, Keren Parah !

Gambar
           Jadi beberapa minggu yang lalu saya melihat salah satu teman sedang menonton video review salah satu laptop di youtube. Seketika saya langsung "kepo" dan benar-benar takjub.  ASUS VivoBook Ultra A412DA   mengklaim sebagai  The World’s Smallest 14 inch Colorful Notebook. awalnya saya tidak percaya. Kemudian saya stalking langsung ke website-nya ASUS. Ternyata jauh dari ekspektasi saya.  ASUS VivoBook Ultra A412DA lebih keren dari laptop lain di kelasnya. saya pikir ini sesuatu yang gila. Laptop yang harganya terjangkau dengan fitur-fitur, prosesor, dan inovasi yang keren parah ! Nih, saya kasih tau ! Produk yang ringkas, praktis, eye catching, dinamis dan sangat cocok untuk milenials. Laptop ASUS VivoBook Ultra A412DA termasuk laptop yang diklaim paling   ringkas di dunia karena berukuran layar 14 inchi dengan berat hanya 1,5 kg.   Juga termasuk laptop eye cacthing yang cocok buat milenials karena tersedia warna biru, abu2, silver, dan mera

Mimpi Lu !!!

Mimpi itu investasi. Saya paling benci dengan mereka yang bilang “Jangan mimpi ketinggian deh , kalau jatuh sakit”. Menurut saya, baik mimpi yang tinggi maupun rendah, ketika jatuh sama-sama sakit. Ya, jatuh dari ketinggian memang lebih terasa menyakitkan dibandingkan dengan jatuh dari tangga, misalnya. Tapi bukankah bahagia, setelah kita terbang tinggi menikmati indahnya kehidupan melihat kebawah dari puncak kejayaan, sebelum jatuh ? Bandingkan dengan mereka yang hanya melihat keadaan di bawahnya dengan tangga. So, apa salahnya bermimpi tinggi ? Ustadz Yusuf Mansur dalam salah satu tausiyahnya pernah ngendika bahwa saat ini Indonesia dilanda “krisis impian”. Saya setuju. Banyak sekali masyarakat Indonesia yang apatis, bahkan pesimis sebelum melakukan sesuatu. Itulah mengapa Prof Rhenald Kasali menyebutkan DNA rakyat Indonesia mungkin masih terselip mental-mental inlander dari kakek moyangnya yang dulu terjajah. Bagaimana mungkin bangsa ini akan bergerak maju jikalau tujuan

Hati-Hati Dalam Berdo'a

Bismillah... Sejak kuliah, saya sering menuliskan apa-apa yang saya impikan. Beberapa diantaranya saya tulis sebagai catatan, ada pula yang saya tulis di kertas-kerta kecil kemudian saya tempelkan di dinding kost saya. Kemudian saya berusaha semaksimal mungkin agar apa yang saya semogakan terkabul. Saya merencakanan hal-hal yang harus saya lakukan agar impian itu terkabul. Semuanya saya rancang dengan seksama, sistematis, dan terukur. Meski --jujur-- ada yang terlalu “muluk-muluk”. Saya buat rencana jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Kemudian saya melakukannya apa yang saya rancang itu semaksimal mungkin. Sebagian besar rencana itu saya jalankan, meski adapula yang tidak bisa dikerjakan, atau sengaja tidak saya jalankan. Dan Ini wajar. Selain berusaha, tentu saya juga berdoa. Doa dengan sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin. Repetisi itu kunci. Diantara beberapa kertas yang terpampang nyata di “ dream wall ” kamar kos saya, sebagian besar terkabul.

Tipe-Tipe Anak Muda

Teman-teman pernah dengar istilah driver dan passanger ? Jadi begini guys, keduanya merupakan ungkapan dari salah seorang tokoh. Driver merupakan seorang pengemudi yang harus mengetahui benar arah dan tujuan serta rute hidup yang akan dilalui untuk mencapai keberhasilan. Sementara passanger hanya menumpang dan tak mau ambil pusing terhadap kemacetan dan kebisingan jalan menuju masa depan. Akibatnya, ia akan tersesat dan mungkin tidak memperoleh tujuannya. Yaps. Driver dan Passanger itu telah dibahas panjang lebar oleh Rhenald Kasali dalam buku SELF DRIVING. Rhenald Kasali mengelompokkan manusia kedalam dua kelompok layaknya pengelola transportasi. Dan teman-teman juga dapat mengetahui tips-tips suksesnya, mulai dari perubahan dari bad passanger menuju good passanger , hingga berhasil menjadi good driver . Sementara itu nih guys, di buku lain yang pernah saya baca, NGGAK SEKEDAR NGAMPUS (Bambang Q Annes), mahasiswa diibaratkan sebagai pendaki yang berjuang keras untuk meraih

Mimpi Bertemu Rasul ?

Ini adalah tulisan saya di tahun 2016. Pernah tampil di salah satu blog saya tapi kemudian blog itu saya hapus diganti dengan blog baru ini. Sengaja saya angkat kembali kisah ini sebagai bahan refleksi pribadi. Kisah kami di malam itu... Shollallohu ‘alaa Muhammad...             “Mas Rosyid pernah kayak denger ato lihat penampakan apa, gitu nggak, Mas, disini ?” Saya bertanya ini pada Mas Rosyid, salah seorang takmir masjid kampus kami. Dia berasal dari Ngawi, Jawa Timur. Sosok yang ramah dan begitu hangat dengan siapapun meski baru dikenalnya. “Pernah, Man. Di deket pohon jambu itu tuh, kayak ada suara perempuan nangis, gitu...” Jari tangan Mas Rosyid menunjuk pohon jambu di depan kamar Mas Faiq, takmir masjid teman seperjuangan Mas Rosyid. Hati saya sudah mulai nggak enak. Tengah malam seperti ini, di kamar Mas Faiq, kami berempat membicarakan hal-hal mistis. “Terus ... terus gimana Mas ?” Mas Faiq penasaran. Mas Faiq tinggal di sebuah kamar di belakang perpustaka